Logo Bloomberg Technoz

Tantangan Logistik Intai Komersialisasi Solar dari Sampah Plastik

Sabrina Mulia Rhamadanty
11 August 2026 12:40

Ilustrasi BRIN Garap Sampah Plastik Jadi Solar (Diolah)
Ilustrasi BRIN Garap Sampah Plastik Jadi Solar (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pengamat energi sekaligus Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) Hadi Ismoyo menilai rantai pasok sampah masih menjadi penghambat utama dalam mengomersialkan bahan bakar minyak (BBM) solar atau diesel berbasis sampah plastik.

"Tantangan terbesar dari sisi komersial adalah upaya logistik. Mengumpulkan sampah dan memilahnya hingga siap dikonversi membutuhkan rantai proses yang cukup panjang," ungkap Hadi saat dihubungi, Selasa (11/8/2026).

Meskipun nilai konversi minyak mentah menjadi BBM terbilang cukup baik—yakni mencapai 0,8 hingga 1,0—proses pengolahan ini dinilai belum efisien jika diterapkan dalam skala industri besar.


Menurut Hadi, teknologi konversi BBM sampah ini lebih tepat diterapkan pada skala kecil, klaster, maupun komunal yang terintegrasi langsung dengan tempat pemrosesan akhir (TPA).

"Teknologi ini cocok untuk skala kecil, klaster, dan komunal yang terhubung langsung dengan TPA. Namun, teknologi ini tidak cocok untuk skala besar berbasis industri," tambahnya.

Peninjauan proses produksi PETASOL di Bank Sampah Banjarnegara./dok. BRIN