Logo Bloomberg Technoz

Negosiasi AS-Iran Belum Jelas, IHSG Ditutup di Posisi 6.267

Muhammad Julian Fadli
11 August 2026 18:25

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,53% di posisi 6.267 pada Selasa (11/8/2026) imbas kenaikan harga minyak mentah di pasar global mencapai 10% ptp tersulut ketidakpastian negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

Sepanjang perdagangan, IHSG melaju dengan volatilitas tinggi dan terus–menerus berada di zona merah. Adapun rentang pergerakan terjadi 6.388 sampai dengan terendahnya 6.230.

IHSG Sesi II Selasa 11 Agustus 2026 (Bloomberg)

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp14,51 triliun dari 35,4 miliar saham yang ditransaksikan. Frekuensi yang terjadi adalah 2,19 juta kali jual–beli. Tercatat masih ada penguatan di 141 saham, dan 542 saham melemah. Sisanya 108 saham stagnan.


Saham–saham perindustrian, saham konsumen non primer, dan saham teknologi menjadi pemberat IHSG dengan tekanan mencapai 3,48%, 2,68%, dan 2,56%, disusul oleh pelemahan pada saham properti, dan saham barang baku dengan penurunan 1,88%, dan 1,78%.

Sejumlah saham LQ45 menjadi pendorong pelemahan IHSG, utamanya adalah PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang amblas 6,75%. Kemudian PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang jatuh 5,45% dan saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) tergelincir 5,22%.