Tekanan Global dan Risiko Domestik Masih Bayangi Rupiah Hari Ini
Tim Riset Bloomberg Technoz
12 May 2026 08:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai kontrak rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) dibuka stagnan di posisi Rp17.446/US$. Sementara, indeks dolar Amerika Serikat (AS) terhadap enam mata uang utama berada di level 97,96 dan harga minyak bertahan di US$104 per barel.
Perkembangan tersebut membuat mata uang kawasan Asia bergerak beragam dengan won Korea Selatan melemah paling dalam mencapai 0,47% tersengat sentimen naiknya angka pengangguran. Angka pengangguran Korea Selatan yang hari ini akan diumumkan diperkirakan naik menjadi 2,9% dari sebelumnya 2,7% disebabkan oleh melemahnya industri akibat gangguan pasokan efek perang Timur Tengah.
Menyusul, dolar Singapura melemah terbatas 0,09%, yen Jepang 0,06%, dan yuan offshore 0,03%. Sebaliknya, baht Thailand menguat 0,37%, dan ringgit Malaysia 0,01%.
Dari dalam negeri, beberapa sentimen masih membayangi pergerakan mata uang Garuda hari ini. Pertama, mundurnya pengenaan royalti terhadap hasil tambang dalam batas waktu yang belum ditentukan, semakin menambah daftar ketidakpastian kebijakan di dalam negeri.
Sebelumnya, pemerintah sudah sampai ke tahap sosialisassi untuk menaikkan tarif royalti komoditas mineral. Namun kemudian, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan kebijakan itu ditunda karena pemerintah ingin mencari formula terbaik yang menguntungkan semua pihak.



























