Ancaman juga meningkat di sektor fintech. Penipuan berbasis AI dilaporkan melonjak 155%, menandai perubahan pola kejahatan digital yang semakin sulit dilacak. Di sisi lain, perusahaan masih dibayangi kekurangan talenta digital, lemahnya kompetensi keamanan siber, serta risiko integrasi teknologi lama dengan sistem baru.
Padahal pasar ICT enterprise Indonesia diproyeksikan melampaui Rp203,5 triliun pada 2025. "Sektor-sektor bernilai tinggi, termasuk manufaktur dan operasi industri, mobilitas dan transportasi, layanan kesehatan, serta kota pintar, tetap menjadi industri yang paling sering menjadi target serangan."
89% perusahaan belum siap hadapi serangan siber
Berdasarkan Cisco Cybersecurity Readiness Index 2025, sebanyak 89% perusahaan di Indonesia dinilai belum memiliki tingkat kematangan keamanan siber yang memadai untuk menghadapi ancaman serangan digital yang terus meningkat.
Dalam laporan yang sama, hanya 11% organisasi di Indonesia yang dinilai sudah mencapai tingkat cyber maturity atau kesiapan keamanan siber yang dinilai memadai. Sementara, 54% perusahaan bahkan masih belum memiliki kapabilitas keamanan IT yang cukup. Secara rata-rata, kerugian akibat kebocoran data di Indonesia dapat mencapai sekitar Rp15 miliar.
Meski pasar enterprise ICT Indonesia diproyeksikan melampaui Rp203,5 triliun pada 2025 dengan pertumbuhan CAGR 14,4%, angka ini tak sebanding dengan kesiapan keamanan siber perusahaan.
(wep)
































