Logo Bloomberg Technoz

Proyek Hilirisasi Batu Bara Arutmin-KPC Groundbreaking Akhir 2026

Azura Yumna Ramadani Purnama
12 May 2026 14:50

Tambang PT Arutmin Indonesia (Dok. Arutmin)
Tambang PT Arutmin Indonesia (Dok. Arutmin)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Chief Executive Officer PT Arutmin Indonesia Ido Hotna Hutabarat mengungkapkan proyek hilirisasi batu bara menjadi metanol yang digarap perseroan bersama PT Kaltim Prima Coal (KPC) ditargetkan mulai dibangun pada akhir 2026.

Ido menjelaskan proyek gasifikasi batu bara menjadi metanol tersebut ditargetkan memiliki kapasitas produksi 2 juta ton metanol, dengan kebutuhan sekitar 7,7 juta ton batu bara berkualitas rendah atau 3.400 kcal/kg GAR.

Ido mengungkapkan kebutuhan belanja modal atau capital expenditure (capex) proyek tersebut mencapai US$2,5 miliar atau sekitar Rp43,54 triliun (asumsi kurs Rp17.415/US$).


“Total capex yang kami butuhkan sebesar US$2,5 miliar. Kami akan melakukan groundbreaking pada 2026 untuk EPC selama 36 bulan, dan kami memperkirakan akan mulai produksi pada akhir 2029,” kata Ido dalam MetConnex 2026, Selasa (12/5/2026).

Dia menargetkan proses engineering, procurement, dan construction (EPC) berlangsung selama tiga tahun, sehingga proyek tersebut ditargetkan mulai memproduksi metanol pada 2029.

Lima Proyek Hilirisasi Batu Bara yang Disetujui Pemerintah (Bloomberg Technoz/Asfahan)