Logo Bloomberg Technoz

Sektor baja menyumbang 11% emisi karbon dunia, dipimpin oleh China dan India. Teknologi yang lebih ramah lingkungan, meskipun lebih mahal, seperti tanur busur listrik (EAF) dan produksi besi reduksi langsung (DRI), belum mampu mengimbangi penambahan kapasitas berbasis batu bara di industri ini.

GEM menyebut bahwa pangsa EAF dalam kapasitas global hanya naik 1 poin persentase tahun lalu menjadi 34%. Tingkat operasional yang lebih rendah di China, produsen baja terbesar di dunia, telah menghambat upaya pengurangan emisi dari sektor yang menyumbang 17% dari total emisi negara tersebut, menurut laporan tahun lalu dari Centre for Research on Energy and Clean Air.

“Prospek transisi industri baja dari bahan bakar fosil tetap suram,” kata manajer proyek GEM, Astrid Grigsby-Schulte. “Bola kini ada di tangan India dan China, karena kedua negara tersebut berencana membangun 86% dari kapasitas baru berbasis batu bara.”

“Beralih ke teknologi dengan emisi lebih rendah dan memanfaatkan kapasitas EAF yang ada secara lebih efektif adalah dua langkah segera yang dapat diambil oleh negara-negara tersebut,” katanya.

(bbn)

No more pages