Logo Bloomberg Technoz

“Variabel-variabel makro yang belum akomodatif termasuk nilai tukar rupiah yang masih rentan di tengah harga minyak global yang masih tinggi,” kata Zaidan.

Setali tiga uang, CGS International Sekuritas Indonesia berpendapat rencana pemerintah untuk mengerek royalti mineral logam diperkirakan bakal menyulut aksi jual investor asing.

CGS International menyematkan level support 6.875/6.780 dan resist 7.065/7.160 pada perdagangan indeks komposit hari ini.

“Pernyataan terbaru dari Donald Trump bahwa proposal yang diajukan oleh Iran tidak bisa diterima berpeluang menjadi tambahan sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan,” tulis CGS International dalam komentarnya.

Technical Analyst dari BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda memperkirakan IHSG akan menguji level support penting di kisaran 6.900-6.920.

Reza menerangkan pasar akan mencermati perkembangan isu kenaikan royalti mineral logam sembari menunggu beberapa rilis data penting seperti consumer confidence Indonesia dan pengumuman rebalancing MSCI pada 12 Mei 2026.

“Secara teknikal, IHSG akan menguji level support pentingnya pada 6.900-6.920,” kata Reza.

Sebelumnya, IHSG bergerak ke level 6.969 atau ambles 2,86% pada penutupan perdagangan Jumat (8/5/2026). Saat itu, net foreign sell mencapai Rp486 miliar di pasar reguler.

Bursa AS

Kontrak berjangka saham AS melemah sementara dolar menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada awal perdagangan setelah Presiden Donald Trump menolak respons Iran terhadap proposal terbarunya untuk mengakhiri perang.

Kontrak futures S&P 500 turun 0,3% pada awal perdagangan Asia. Dolar menguat terhadap mata uang utama lainnya, dengan pound sterling termasuk yang tertinggal setelah Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menghadapi tekanan untuk mundur menyusul hasil buruk pemilu lokal.

Minyak mentah Brent naik 2,7% saat pembukaan perdagangan pada Senin.

Bursa saham global telah menguat didorong sentimen perdamaian di Iran dan laporan musim keuangan kuartal I/2026. (Bloomberg)

Iran menawarkan untuk memindahkan sebagian persediaan uranium yang diperkaya tingkat tinggi ke negara ketiga dalam tanggapannya terhadap proposal AS sebelumnya untuk mengakhiri perang selama 10 minggu, tetapi menolak gagasan pembongkaran fasilitas nuklirnya, lapor Wall Street Journal.

Iran membantah laporan tersebut, menurut kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim. Trump menyebut respons Iran itu sebagai “SAMA SEKALI TIDAK DAPAT DITERIMA”.

“Penolakan Trump terhadap rencana perdamaian terbaru Iran membuat pekan ini dimulai dalam mode ‘risk-off’, membalik sebagian pergerakan harga yang kita lihat pekan lalu,” kata Jason Wong, strategist di Bank of New Zealand. “Ini dapat berlanjut pada perdagangan awal.”

Situasi ini menjadi pengingat bagi investor yang sebelumnya menikmati lonjakan momentum pasar setelah musim laporan keuangan AS yang solid dan tanda-tanda bahwa ekonomi terbesar dunia itu tetap tangguh menghadapi tekanan energi akibat perang Iran.

Saham global melonjak pekan lalu, mendorong S&P 500, Nasdaq 100, dan indeks saham Asia ke rekor tertinggi baru di tengah optimisme terhadap kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

(naw)

No more pages