Kemunduran tersebut dapat membuat risiko inflasi tetap tinggi sekaligus mempertahankan ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi, yang biasanya membebani emas karena logam mulia itu tidak memberikan imbal hasil atau non-yielding bullion.
Serangan-serangan pada akhir pekan di Timur Tengah juga menegaskan rapuhnya gencatan senjata yang dimulai pada 8 April.
Serangan drone pada Minggu sempat membakar kapal kargo di lepas pantai Qatar di Teluk Persia. Uni Emirat Arab dan Kuwait juga mengatakan bahwa mereka telah mencegat drone-drone.
Ke depan, data inflasi konsumen yang akan dirilis pada Selasa kemungkinan akan menegaskan bahwa inflasi masih menjadi ancaman di AS, setelah kenaikan bulanan terbesar sejak 2022 pada Maret lalu.
Data yang dirilis Jumat menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan AS menambah jumlah tenaga kerja untuk bulan kedua berturut-turut pada April, menandai kenaikan beruntun pertama dalam hampir satu tahun, sementara tingkat pengangguran tetap stabil di 4,3%.
Hal ini memberi ruang bagi Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga tetap dalam waktu dekat sambil memantau risiko inflasi baru akibat perang dengan Iran.
Harga emas spot turun 0,6% menjadi US$4.689,29 per ounce pada pukul 06:37 pagi di Singapura. Harga perak turun 0,8% menjadi US$79,67. Platinum dan paladium juga melemah. Indeks Bloomberg Dollar Spot, yang mengukur kekuatan dolar AS, naik 0,1%.
(bbn)




























