Logo Bloomberg Technoz

Pijatan lembut di sekitar perut dapat membantu merangsang pergerakan gas yang terperangkap di usus. Cara ini membuat gas lebih mudah keluar melalui kentut atau sendawa.

Minyak esensial peppermint menjadi pilihan yang banyak digunakan karena mampu membantu melemaskan otot saluran pencernaan sekaligus memberikan efek relaksasi pada tubuh.

“Pijatan lembut di sekitar perut dapat merangsang pergerakan gas yang terperangkap di usus sehingga bisa keluar melalui kentut atau sendawa.”

Namun, apabila pijatan justru menimbulkan rasa sakit atau membuat perut semakin tidak nyaman, penggunaannya sebaiknya dihentikan.

2. Kompres Hangat di Area Perut

Mengompres perut menggunakan air hangat dapat membantu merilekskan otot pencernaan. Cara ini cukup efektif untuk mengurangi sensasi penuh dan tegang akibat gas berlebih.

Selain menggunakan botol air hangat atau bantal pemanas, mandi air hangat juga bisa menjadi solusi sederhana untuk membantu tubuh lebih rileks dan mengurangi stres yang dapat memperparah gangguan pencernaan.

3. Lakukan Peregangan Ringan

Aktivitas peregangan ringan setelah makan dipercaya mampu membantu mendorong gas keluar dari saluran cerna.

Salah satu gerakan yang bisa dilakukan adalah posisi merangkak sambil mendorong bokong ke belakang hingga tubuh sedikit menungging. Posisi ini membuat area perut mendapat tekanan ringan sehingga membantu gas keluar lebih mudah.

Bernapas perlahan dan dalam saat melakukan peregangan juga dapat membantu perut terasa lebih nyaman.

4. Minum Teh Herbal

Teh herbal seperti peppermint, jahe, kunyit, dan chamomile diketahui memiliki manfaat baik untuk sistem pencernaan.

Minuman ini dapat membantu melemaskan otot perut, mempercepat pengosongan lambung, serta membantu gas keluar lebih cepat. Selain mengurangi kembung, teh herbal juga bermanfaat untuk mengatasi sembelit dan diare ringan.

5. Konsumsi Makanan Tinggi Air dan Probiotik

Beberapa jenis makanan dapat membantu mengontrol produksi gas dalam perut sekaligus melancarkan buang air besar.

Makanan seperti yoghurt, mentimun, alpukat, pisang, tomat, dan seledri mengandung air, kalium, serta probiotik yang baik untuk menjaga kesehatan saluran cerna.

Kandungan tersebut juga membantu tubuh membuang kelebihan natrium dan cairan sehingga rasa begah dapat berkurang.

6. Gunakan Obat Medis Bila Diperlukan

Jika keluhan cukup mengganggu, beberapa obat yang dijual bebas dapat digunakan untuk membantu meredakan perut kembung.

Antasida biasanya digunakan untuk mengatasi kembung akibat asam lambung berlebih. Sementara simetikon dan bismuth subsalisilat membantu mengurangi gas yang terperangkap di dalam usus.

Penggunaan obat tetap perlu memperhatikan aturan pakai agar hasil yang diperoleh lebih optimal.

Tips Mencegah Perut Kembung Datang Kembali

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah perut kembung kambuh kembali, di antaranya:

Hindari Makan Terlalu Cepat

Sekotak makanan penutup Crumbl dari sebuah toko di New York. Fotografer: Lucia Buricelli/Bloomberg via Getty Images

Makan terlalu cepat membuat lebih banyak udara masuk ke saluran pencernaan sehingga gas mudah menumpuk di perut.

Kurangi Makanan Tinggi Garam dan Lemak

Makanan olahan yang tinggi garam dan lemak dapat memperlambat proses pencernaan dan memicu rasa begah.

Perbanyak Minum Air Putih

Asupan cairan yang cukup membantu melancarkan sistem pencernaan dan mencegah sembelit.

Batasi Minuman Bersoda dan Alkohol

Minuman bersoda mengandung gas tambahan yang dapat memperparah perut kembung.

Hindari Makanan Pemicu Gas

Kacang kacangan, kol, kembang kol, dan produk susu sering menjadi pemicu produksi gas berlebih pada sebagian orang.

Berhenti Merokok

Kebiasaan merokok juga dapat meningkatkan jumlah udara yang masuk ke sistem pencernaan.

Kapan Harus ke Dokter?

Perut kembung umumnya dapat membaik dengan perawatan mandiri di rumah. Namun, jika keluhan berlangsung lama, semakin berat, atau disertai gejala lain seperti nyeri hebat, muntah, hingga sulit buang air besar, pemeriksaan medis perlu segera dilakukan.

Dokter nantinya akan menentukan penyebab utama perut kembung dan memberikan penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien.

(seo)

No more pages

Artikel Terkait