Aji menjelaskan penularan penyakit ini berkaitan dengan kontak manusia terhadap tikus atau celurut yang terinfeksi, termasuk paparan ekskresi dan sekresi hewan tersebut. Bahkan jenis virus yang terkontaminasi jenis virus Seoul virus, bukan andes virus seperti yang terkonfirmasi dalam wabah kapal pesiar mewah MV Hondius.
Dalam penilaian risiko Indonesia tahun 2025, Kementerian Kesehatan menilai risiko importasi kasus tipe Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) pada manusia berada pada tingkat sedang. Sementara itu, risiko penambahan kasus tipe HFRS pada manusia dinilai tinggi.
Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan serta menghindari kontak langsung dengan tikus dan kotorannya guna mencegah penularan Hantavirus.
(dec)




























