Logo Bloomberg Technoz

Ekonom: RI Hadapi Tantangan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026

Redaksi
06 May 2026 17:50

Potret pertumbuhan ekonomi di kota Jakarta. (Bloomberg)
Potret pertumbuhan ekonomi di kota Jakarta. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Usai membuahkan pertumbuhan ekonomi fantastis pada kuartal I-2026 mencapai 5,61% secara tahunan (year-on-year/yoy), perekonomian nasional dihadapkan oleh tantangan yang lebih berat pada kuartal II-2026.

Chief Economist Bank Permata Josua Pardede berpandangan pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh belanja pemerintah pada kuartal I-2026 belum tentu bisa berulang kembali di triwulan kedua mendatang. Hal ini disebabkan realisasi belanja pemerintah yang cukup tinggi sudah dimajukan ke awal tahun.

Ia melihat bahwa kuartal II akan menjadi ujian bagi pertumbuhan ekonomi. Menurut dia, pertumbuhan akan bisa menjadi lebih berkelanjutan apabila dapat bertumpu pada mesin yang lebih berkelanjutan, seperti investasi, kredit produktif, ekspor bernilai tambah, dan konsumsi rumah tangga dan tidak hanya bergantung pada momentum musiman


“Saya melihat belanja pemerintah masih bisa menopang pertumbuhan kuartal II, tetapi tidak realistis jika berharap pertumbuhannya tetap setinggi kuartal I,” kata Josua Pardede kepada Bloomberg Technoz, Rabu (6/5/2026).

Josua menilai bahwa saat ini ruang fiskal sudah mulai lebih ketat. Defisit sampai akhir Maret 2026 mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sementara belanja negara tumbuh jauh lebih cepat dibanding pendapatan negara.