Logo Bloomberg Technoz

BPS: Lonjakan Belanja Pemerintah Imbas Low Base Effect & Gaji ASN

Mis Fransiska Dewi
05 August 2026 19:00

Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov DKI beraktivitas di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta, Senin (21/8/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov DKI beraktivitas di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta, Senin (21/8/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut bahwa peningkatan signifikan pada komponen belanja pemerintah pada pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2026 ini terjadi imbas adanya low base effect. 

Secara year-on-year (yoy) kompponen pengeluaran pemerintah pada kuartal II-2026 memang mencatatkan kenaikan cukup signifikan yakni sebesar 15,97%.

“Sementara di triwulan 2 tahun lalu, komponen ini terkontraksi 0,32%. Nah, jadi ini juga menyebabkan low base effect,” kata M. Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS dalam rilisnya pada Rabu (5/8/2026).


Edy menjelaskan pada kuartal II-2026 lalu, komponen konsumsi pemerintah mengalami kontraksi. Sehingga, dengan base yang rendah, maka konsumsi pemerintah dapat terkerek sebesar 15,97%.

Edy juga menyebut pertumbuhan di kuartal II-2026 ini juga didorong oleh peningkatan realisasi belanja pegawai, terutama pada belanja gaji dan tunjangan ASN. Komponen ini termasuk gaji ke-13 serta peningkatan belanja barang dan jasa pemerintah.