Logo Bloomberg Technoz

Puncak El Nino: Stok Beras Diandalkan, Strategi Pemerintah Diuji

Pramesti Regita Cindy
06 August 2026 09:20

Ilustrasi kekeringan. (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Ilustrasi kekeringan. (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Fenomena iklim El Nino yang mengganggu pola cuaca diperkirakan terjadi pada pertengahan Agustus 2026, dinilai akan menjadi ujian bagi strategi pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Pakar Pertanian sekaligus Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Eliza Mardian mengungkapkan ancaman kekeringan tahun ini sejatinya perlu diwaspadai karena berpotensi berlangsung lebih lama dan melanda sebagian besar Pulau Jawa yang menjadi sentra produksi sejumlah komoditas pangan strategis, seperti padi, cabai, bawang merah, sayuran, hingga tebu. 

Bahakan kata dia, risiko serupa juga mengintai wilayah Sumatra dan Kalimantan.


"Ancaman kekeringan 2026 terhadap ketahanan pangan kita ini harus diwaspadai dan dimitigasi dampaknya. [..] Namun hal ini bisa terkendali tergantung bauran kebijakannya," kata Eliza kepada Bloomberg Technoz, dikutip Kamis (6/8/2026). 

Lebih jauh, menurutnya Indonesia saat ini memiliki bantalan yang lebih kuat dibandingkan saat El Nino 2023. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) diperkirakan mencapai sekitar 5,2 juta hingga 5,4 juta ton, jauh lebih tinggi dibandingkan sekitar 1,5 juta ton pada 2023 ketika pemerintah akhirnya harus menempuh impor beras.

Artikel Terkait