Harga Nikel Merosot ke US$16.750 Usai RI Disebut Mau Kerek RKAB
News
06 August 2026 12:16

Annie Lee - Bloomberg News
Bloomberg, Harga nikel merosot ke level terendah sejak pertengahan Juli akibat munculnya kembali spekulasi bahwa Indonesia akan memberikan kuota produksi bijih yang lebih tinggi pada salah satu tambang terbesar di negara tersebut, yang berpotensi meningkatkan pasokan.
Harga logam ini anjlok hingga 2,1% menjadi US$16.750 per ton di London. Perusahaan tambang tersebut diperkirakan akan mendapatkan kuota bijih tambahan sebesar “puluhan juta” ton untuk paruh kedua tahun ini, demikian menurut Shanghai Metals Market, tanpa menyebutkan nama produsen tersebut.
Juru bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum menanggapi permintaan komentar.
Indonesia merupakan produsen nikel terbesar, menyumbang sekitar 60% dari produksi global logam yang digunakan dalam baja tahan karat dan baterai, dan perubahan kebijakan pasokannya dapat memengaruhi keseimbangan pasar.































