Logo Bloomberg Technoz

Kongsi Harita & Glencore (CITA) Terpukul Bisnis Alumina

Nyoman Ary Wahyudi
06 August 2026 12:50

Tumpukan alumina di ruang penyimpanan pabrik aluminium./Bloomberg-Nick Paleologos
Tumpukan alumina di ruang penyimpanan pabrik aluminium./Bloomberg-Nick Paleologos

Bloomberg Technoz, Jakarta - Laba PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) tergerus sepanjang semester I-2026. Kongsi Grup Harita dan Glencore itu terbebani portofolio binis alumina dari Well Harvest Winning Alumina Refinery.

Lewat perusahaan terakhir, CITA mengamankan eksposur bisnis alumina dengan kepemilikan saham minoritas di PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHWAR), usaha patungan China Hongqiao Limited dan Winning Investment (HK) Company Limited.

Mengutip laporan keuangan perseroan, laba bersih CITA merosot 62,14% ke level Rp625,75 miliar secara tahunan. Padahal, penjualan bersih dari bisnis bauksit naik 36,8% ke level Rp1,9 triliun pada periode yang sama.


Hanya saja, margin dari bisnis bauksit itu belakangan susut imbas kenaikan beban pokok penjualan ke level Rp1,29 triliun. Konsekuensinya, margin bruto turun menjadi 32,1% dari sebelumnya 42,7%.

Sebagian besar bauksit dari hasil tambang CITA dijual ke PT Well Harvest  Winning Alumina Refinery, mengambil porsi sekitar 77,43% dari pendapatan perseroan.