Rupiah Menguat di Tengah Penantian Data Inflasi & Ekspor-Impor
Tim Riset Bloomberg Technoz
04 May 2026 09:17

Bloomberg Technoz, Jakarta - Di tengah himpitan sentimen domestik dan tekanan eksternal, pergerakan rupiah di pasar spot cenderung terbatas.
Pagi ini, Senin (4/5/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat 0,1% ke Rp17.335/US$. Pasar menantikan data ekonomi yang akan mencerimkan kondisi fundamental perekonomian domestik.
Tak lama berselang, rupiah menyisakan penguatan 0,08% ke posisi Rp17.339/US$ pada 09:10 WIB, lantaran sejumlah tekanan domestik.
Pelaku pasar tengah menantikan rilis data inflasi hari ini. Meskipun diproyeksikan melandai pada April, tetapi inflasi Mei diperkirakan menanjak karena lonkakan harga energi global yang kembali menguat, dengan ketegangan geopolitik dan gangguan pasokan.
Dari kawasan, pergerakan mata uang cenderung beragam dan mayoritas bergerak di zona hijau, karena tertopang oleh kinerja manufaktur.



























