Harga Minyak Melonjak usai Ketegangan Selat Hormuz Memanas
News
05 May 2026 06:40

Nicholas Lua dan Mia Gindis - Bloomberg News
Bloomberg, Harga minyak dunia bertahan di level tinggi setelah ketegangan kembali pecah di Timur Tengah. Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan saling melepaskan tembakan di tengah serangan baru terhadap infrastruktur energi dan kapal-kapal di sekitar Selat Hormuz.
Minyak mentah standar AS, West Texas Intermediate (WTI), diperdagangkan di kisaran US$105 per barel setelah melonjak lebih dari 4% pada Senin (4/5). Sementara itu, patokan global Brent ditutup di atas US$114. Menurut Komando Pusat AS (Centcom), militer AS harus membalas serangan Iran saat tengah memandu dua kapal berbendera Amerika melewati jalur air kritis tersebut. Di saat yang sama, sebuah terminal minyak di pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA), dilaporkan turut dihantam serangan.
Insiden ini terjadi saat AS berupaya membuka jalur di Selat Hormuz bagi kapal-kapal yang terdampar akibat perang. Kondisi ini menimbulkan keraguan besar atas nasib gencatan senjata empat minggu antara Washington dan Teheran. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dijadwalkan akan menggelar konferensi pers pada hari Selasa ini.
"Hasil akhir bagi pasar adalah indikasi lebih lanjut bahwa selama tidak ada kesepakatan antara AS dan Iran, selat tersebut kemungkinan besar akan tetap tertutup," ujar Gregory Brew, analis geopolitik di Eurasia Group. "Itu berarti tekanan kenaikan harga minyak akan terus berlanjut."




























