Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Ditutup Melemah, Dekati Rp17.400/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
04 May 2026 15:35

Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menutup hari ini, Senin (4/5/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah, setelah sejumlah data ekonomi dirilis. 

Rupiah melemah 0,16% ke posisi Rp17.380/US$ dan menjadi yang terlemah di kawasan, menyusul data neraca dagang yang secara angka tercatat masih surplus tetapi mengindikasikan adanya perlambatan. 

Mata uang Asia, Senin (4/5/2026) sore. (Bloomberg)

Badan Pusat Statistik (BPS) mengabarkan bahwa neraca dagang masih tercatat surplus sebesar US$3,32 miliar. Lebih rendah dibanding surplus bulan sebelumnya yaitu US$4,33 miliar. 


Perlambatan ini terjadi lantaran adanya defisit komoditas migas sebesar US$1,89 miliar dengan komoditas penyumbang defisit adalah minyak mentah hasil minyak dan gas. 

BPS juga mencatat bahwa neraca perdagangan barang kumulatif periode Januari-Maret 2026 tercatat mengalami surplus US$5,55 miliar. Surplus ini ditopang oleh komoditas non-migas yang mencapai US$10,63 miliar, sementara komoditas migas tercatat defisit US$5,08 miliar.