Logo Bloomberg Technoz

Pasar Siang Ini: Rupiah Tergelincir, Tapi SUN Masih Laris

Tim Riset Bloomberg Technoz
04 May 2026 13:12

Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang rupiah dan dolas AS di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan rupiah sedikit tergelincir di tengah rilisnya data ekonomi terbaru. Pada perdagangan Senin (4/5/2026) siang, rupiah melemah tipis 0,07% ke posisi Rp17.365/US$.

Indeks dolar memang melemah dan tergerus 0,04% ke 98,12, begitu juga dengan harga minyak. Meski turun, harga minyak masih bertahan di atas US$100 per barel dan berpotensi mengerek inflasi. 

Perang Timur Tengah telah menyebabkan kenaikan harga avtur yang berimbas pada naiknya komponen transportasi dalam angka inflasi bulan April. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut inflasi komponen transportasi tercatat 0,99%, dan menyumbang 0,12%. 


Jika dirinci lebih lanjut, maka inflasi pada komponen transportasi terkerek akibat kenaikan tarif angkutan udara, dan memberi andil inflasi sebesar 0,11%, serta bensin dengan andil inflasi 0,02%.

Di sisi lain, pasar surat utang merespons berbeda. Pada sebagian tenor masih terlihat aksi beli meski tidak terlalu masif ditandai dengan turunnya kurva imbal hasil tenor 2 tahun 0,6 bps menjadi 6,31% dan tenor 3 tahun turun 1 bps menjadi 6,44%.