Logo Bloomberg Technoz

Proyeksi Rupiah di Tengah Tekanan Perlambatan Ekspor-Impor

Tim Riset Bloomberg Technoz
04 May 2026 08:03

Karyawan memberikan uang rupiah kepada nasabah di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan memberikan uang rupiah kepada nasabah di salah satu bank di Jakarta, Senin (1/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan rupiah di luar negeri cenderung stagnan dengan bias pelemahan di tengah penantian data ekonomi terbaru yang akan menggambarkan kondisi perekonomian domestik. 

Nilai kontrak rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) berubah 0,05% ke posisi Rp17.344/US$ pada pagi ini, melemah tipis dari penutupan pekan lalu di level Rp17.335/US$. 

Indeks dolar Amerika Serikat (AS) juga dibuka melemah 0,11% ke posisi 98,05, namun tak lama berselang kembali menguat dengan menyisakan pelemahan 0,02%. 


Di sisi lain, perang yang masih menyisakan ketidakpastian masih menahan harga minyak di level US$108,15 per barel. 

Presiden AS Donald Trump disebut-sebut akan mulai mengawal sejumlah kapal yang tidak terlibat dalam konflik Iran untuk keluar melalui Selat Hormuz mulai hari ini.