Proyeksi Rupiah di Tengah Tekanan Perlambatan Ekspor-Impor
Tim Riset Bloomberg Technoz
04 May 2026 08:03

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan rupiah di luar negeri cenderung stagnan dengan bias pelemahan di tengah penantian data ekonomi terbaru yang akan menggambarkan kondisi perekonomian domestik.
Nilai kontrak rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) berubah 0,05% ke posisi Rp17.344/US$ pada pagi ini, melemah tipis dari penutupan pekan lalu di level Rp17.335/US$.
Indeks dolar Amerika Serikat (AS) juga dibuka melemah 0,11% ke posisi 98,05, namun tak lama berselang kembali menguat dengan menyisakan pelemahan 0,02%.
Di sisi lain, perang yang masih menyisakan ketidakpastian masih menahan harga minyak di level US$108,15 per barel.
Presiden AS Donald Trump disebut-sebut akan mulai mengawal sejumlah kapal yang tidak terlibat dalam konflik Iran untuk keluar melalui Selat Hormuz mulai hari ini.




























