Dengan penurunan volume produksi, dunia usaha ikut mengurangi jumlah tenaga kerja. Angkanya memang moderat, tetapi menjadi yang tertinggi dalam 10 bulan terakhir.
Akan tetapi, masih ada kabar baik. Pelaku usaha mengungkapkan bahwa ada sedikit kenaikan pemesanan baru (new orders). Meski aksi ini sepertinya lebih karena memupuk stok mumpung harga belum naik lagi.
“Sektor manufaktur Indonesia mengalami tekanan inflasi akibat perang Timur Tengah, ditandai dengan kontraksi pada April. Optimisme pelaku usaha menjadi yang terlemah dalam lima bulan terakhir karena ketidakpastian sampai kapan perang akan berlangsung,” tegas Usamah Bhatti, Ekonom S&P Global Market Intelligence, dalam keterangan tertulis.
(red)
No more pages
































