Logo Bloomberg Technoz

Membaca Sinyal Rapuhnya Ekspansi Manufaktur dan Dunia Usaha

Redaksi
18 April 2026 07:06

Aktivitas produksi di pabrik PT Citra Buana Semesta (CBS)
Aktivitas produksi di pabrik PT Citra Buana Semesta (CBS)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Di tengah narasi bahwa kondisi ekonomi Indonesia masih terjaga pada Kuartal I-2026, dua indikator utama: Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) dan Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) malah mengirim sinyal sebaliknya. 

Sekilas, memang kedua data survei ini menunjukkan ekspansi. Akan tetapi, jika dibedah pertumbuhan yang terjadi saat ini, maka  memang ada ekspansi tetapi dengan pondasi yang mulai melemah. 

PMI-BI pada triwulan I-2026 berada di 52,03, mengindikasikan bahwa sektor manufaktur masih berada pada mode ekspansi. Produksi, pesanan, dan persediaan sama-sama berada di zona ekspansi. 


Namun, dari data juga menunjukkan bahwa tenaga kerja malah berada di zona kontraksi dan kecepatan penerimana input juga belum sepenuhnya pulih. Dalam kondisi normal, ekspansi usaha dan manufaktur umumnya akan diikuti dengan ekspansi tenaga kerja.

Di sisi lain, data SKDU secara sektortal masih berkinerja positif didorong oleh sejumlah lapangan usaha utama, seperti jasa keuangan pertanian, industri pengolahan, serta perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi kendaraan.