Logo Bloomberg Technoz

Laporan BI: Aktivitas Manufaktur RI Terbaik dalam 2,5 Tahun

Hidayat Setiaji
17 April 2026 11:21

Pabrik PT NAYUEdi Cikarang, Jawa Barat, Rabu (15/10). (Bloomberg Technoz/Dinda Decembria)
Pabrik PT NAYUEdi Cikarang, Jawa Barat, Rabu (15/10). (Bloomberg Technoz/Dinda Decembria)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) merilis data aktivitas industri pengolahan atau manufaktur periode kuartal I-2026. Mengawali 2026, industri manufaktur berada di zona ekspansi yang impresif.

Pada Jumat (17/4/2026), BI melaporkan aktivitas manufaktur yang dicerminkan dengan Prompt Manufacturing Index-BI (PMI-BI) pada kuartal I-2026 berada di 52,03%. Lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yaitu 51,86%.

PMI-BI di atas 50% menandakan industri manufaktur sedang dalam fase ekspansi, bukan kontraksi. Pencapaian kuartal I-2026 bahkan menjadi yang tertinggi sejak kuartal III-2023 atau sekira 2,5 tahun terakhir.


"Berdasarkan komponen pembentuknya, Volume Persediaan Barang Jadi, Volume Produksi, dan Volume Total Pesanan tercatat berada pada fase ekspansi. Berdasarkan Sublapangan Usaha (Sub-LU), PMI-BI pada sebagian besar Sub-LU juga berada pada fase ekspansi, dengan indeks tertinggi pada Industri Kertas dan Barang dari Kertas, Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman, Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki, serta Industri Makanan dan Minuman," sebut laporan BI.

Untuk kuartal II-2026, BI memperkirakan industri manufaktur masih berada di zona ekspansi. Bahkan lebih baik ketimbang kuartal I-2026.