Logo Bloomberg Technoz

Inflasi Tahunan April 2026 Tembus 2,42%, Akibat Rokok hingga Emas

Mis Fransiska Dewi
04 May 2026 11:32

Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Sosial (Bloomberg Technoz/Ibnu Affan)
Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Sosial (Bloomberg Technoz/Ibnu Affan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi pada April 2026 tercatat mencapai  2,42% secara tahunan (year-on-year/yoy). Artinya, terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,47 pada April 2025 menjadi 111,09 pada April 2026.

Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS menjelaskan inflasi secara tahun kalender (year-to-date/ytd) tercatat sebesar 1,06%. 

Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi secara tahunan didorong terutama oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, yakni mencapai 3,06% dan memberi andil inflasi 0,9%.


"Komoditas dengan andil inflasi terbesar ialah ikan segar, daging ayam ras, beras, minyak goreng, sigaret kretek mesin, dan telur ayam ras," sebut Ateng dalam konferensi pers, Senin (4/5/2026).

Sementara itu, kelompok pengeluaran lain yang memberi andil inflasi terutama pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, yakni mencapai 11,43% dan memberi andil 0,77% terhadap inflasi.