Logo Bloomberg Technoz

Aktivitas Manufaktur RI Kontraksi, Gara-gara Perang Timur Tengah

Redaksi
04 May 2026 09:30

Pabrik PT NAYUEdi Cikarang, Jawa Barat, Rabu (15/10). (Bloomberg Technoz/Dinda Decembria)
Pabrik PT NAYUEdi Cikarang, Jawa Barat, Rabu (15/10). (Bloomberg Technoz/Dinda Decembria)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Memasuki kuartal II-2026, ada catatan yang perlu diperhatikan. Aktivitas manufaktur Indonesia masuk zona kontrak pada April. 

Pada Senin (4/5/2026), S&P Global melaporkan aktivitas manufaktur yang dicerminkan dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia untuk periode April adalah 49,1. Turun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 50,1.

PMI di bawah 50 menunjukkan aktivitas yang berada di fase kontraksi, bukan ekspansi. Ini menjadi kontraksi manufaktur pertama dalam sembilan bulan terakhir.


Volume produksi turun signifikan, terdalam selama hampir setahun terakhir. Dunia usaha mengungkapkan bahwa perang di Timur Tengah menyebabkan tekanan harga dan ketersediaan bahan baku.

Bahkan beban biaya itu harus diteruskan ke konsumen dengan kenaikan harga jual. Pada April, laju kenaikan harga jual menjadi yang tercepat dalam 12,5 tahun terakhir.