Gara-gara Perang, Ekspansi Manufaktur RI Melambat Signifikan
Redaksi
01 April 2026 09:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Aktivitas manufaktur Indonesia masih mengalami ekspansi pada Maret. Namun lajunya melambat signifikan ketimbang bulan sebelumnya.
Pada Rabu (1/4/2026), S&P Global melaporkan aktivitas manufaktur yang diukur dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) di Indonesia untuk periode Maret ada di angka 50,1. PMI di atas 50 menandakan aktivitas yang masih ekspansif, bukan kontraksi.
Akan tetapi, laju ekspansi sektor manufaktur Tanah Air melambat dibandingkan Februari. Kala itu, PMI ada di 53,8.
“Pengurangan produksi dan pembelian bahan baku terjadi pada Maret. Responden menyatakan bahwa perang di Timur Tengah berdampak terhadap harga dan ketersediaan material, yang kemudian mempengaruhi permintaan dan produksi produk manufaktur,“ ungkap keterangan tertulis S&P Global.
Produksi yang sempat naik empat bulan beruntun mengalami penurunan pada Maret. Laju penurunannya menjadi yang terdalam sejak Juni tahun lalu.

































