Logo Bloomberg Technoz

Buruh Minta Daycare dan Hentikan Kekerasan Pekerja Perempuan

Redaksi
01 May 2026 09:45

Buruh menghadiri perayaan Hari Buruh Internasional 2025 di Kawasan Monas, Kamis (1/5/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Buruh menghadiri perayaan Hari Buruh Internasional 2025 di Kawasan Monas, Kamis (1/5/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Beberapa pimpinan konferedasi buruh mengutarakan pendapatnya di depan Presiden Prabowo Subianato. Salah satunya adalah meminta adanya daycare (penitipan anak) dan perlindungan terhadap pekerja perempuan.

Menurut Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia, Ely Rositan Silaban, dari beberapa tuntutannya, ia meminta Presiden Prabowo segera meratifikasi Konvensi ILO No. 190 tentang perjanjian internasional pertama yang diadopsi pada Juni 2019 untuk menghapus kekerasan dan pelecehan di dunia kerja, termasuk kekerasan berbasis gender.

“Saya mohon bapak-bapak memiliki statement. Sekarang 54 negara telah meratifikasi. Saya berharap tahun ini Bapak setuju untuk meratifikasi dan kita jadi negara ke-55,” kata Ely di acara perayaan Hari Buruh Internasional, Jumat (1/5/2026).


Di sisi lain, Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia, Ilhamsyah, juga meminta pemerintah menyiapkan daycare (tempat penitipan anak) untuk para buruh yang sudah memiliki anak. Menurutnya, banyak buruh yang harus berhenti bekerja karena tidak ada yang menjaga anak.

“Bagi pekerja muda yang baru menikah setelah dia berkeluarga dan punya anak mereka dihadapkan dengan pahit, anaknya dititip nenek di kampung atau salah satu di antara mereka harus. Untuk itu kami harap didirakan daycare di tempat kawasan industri, pemukiman buruh,” kata Ilhamsyah.