Logo Bloomberg Technoz

Pertumbuhan Pajak Melambat, Per April Hanya Naik 18%

Mis Fransiska Dewi
30 April 2026 17:20

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto dalam Konferensi Pers di Jakarta, Kamis (30/4/2026) (Bloomberg Technoz/ Mis Fransiska)
Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto dalam Konferensi Pers di Jakarta, Kamis (30/4/2026) (Bloomberg Technoz/ Mis Fransiska)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melaporkan bahwa pertumbuhan penerimaan negara melalui pajak mencatatkan perlambatan di bulan April.

“Jadi sampai 29 April kemarin itu pertumbuhan masih sangat positif di atas 18% Januari sampai 29 April,” kata Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto dalam Konferensi Pers di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Bimo mengatakan pihaknya masih menghitung realisasi penerimaan hingga akhir April untuk memastikan capaian tetap sesuai target. Perhitungan tersebut juga akan menjadi dasar dalam menentukan ada tidaknya kebijakan perpanjangan pembayaran pajak.


Sementara itu, saat ditanya mengenai perlambatan penerimaan pajak pada bulan Maret lalu yang berada di angka 20%, Bimo berdalih bahwa hal tersebut disebabkan oleh banyaknya libur hari raya pada periode tersebut.

“Ada beberapa long holiday yang bertumpuk. Ada long holiday dari umat Islam, ada long holiday dari umat Nasrani dan umat Hindu di bulan yang sama. Itu enggak pernah terjadi, jadi pasti ada slowing down economic activity,” katanya.

Mengingatkan saja, Hingga akhir Maret lalu, pendapatan negara dari sektor perpajakan mencatatkan pertumbuhan penerimaan pajak secara keseluruhan sebesar 20,7% (yoy).