Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Terperosok Makin Dalam, Nyaris Rp17.400/US$

Redaksi
30 April 2026 12:43

Warga menukarkan uang dolar AS ke rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga menukarkan uang dolar AS ke rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan rupiah di pasar spot semakin liar pada perdagangan siang ini, Kamis (30/4/2026)=, seiring meningkatnya tekanan eksternal serta adanya sentimen fiskal yang membayangi pasar. 

Melansir data Bloomberg 12:18 WIB, rupiah tergerus 0,47% ke Rp17.380/US$, di tengah penguatan indeks dolar AS sebesar 0,12% yang kembali menyentuh 99,07.

Pergerakan rupiah melemah sepanjang sejarah Rp17.380/US$. (Bloomberg)

Harga minyak Brent kembali melonjak 6,02% menjadi US$125,14 per barel, menjadi harga termahal sejak Maret 2022. 


Kenaikan harga minyak sejak konflik Timur Tengah ini tak cuma dipicu risiko pasokan, tetapi juga kekhawatiran terhadap ongkos angkut, asuransi, dan gangguan rute energi. 

Selain tertekan harga minyak mentah, rupiah juga mendapat sentimen negatif dari keputusan bank sentral AS, The Fed, yang menahan suku bunga di tengah ketidakpastian global.