Logo Bloomberg Technoz

9 Maret 2026

Pukul 13.00 WIB
Sersan Dua (Serda) Edi Sudarko dan Letnan Satu (Lettu) Budhi Hariyanto Widhi Cahyono bertemu di Masjid Al-Ikhlas BAIS TNI. Saat itu Edi memperlihatkan video viral saat Andri Yunus menerobos Hotel Fairmont.

11 Maret 2026

Pukul 18.30 WIB
Setelah buka puasa, Edi dan Budhi ngobrol sambil minum kopi di Mess. Sekitar pukul 19.30 WIB, Kapten Nandala Dwi Prasetya dan Lettu Sami Lakka mendatangi kamar Edi. Di tengah ngobrol, Edi mengungkap rasa kesal kepada Andrie Yunus dan ingin memukulinya. 

Budhi melarangnya dan mengusulkan lebih baik menyerang Andrie dengan cairan pembersih karat. Edi kemudian menyatakan akan menjadi penyiram. Sedangkan Nandala dan Sami menyatakan akan turut membantu serangan.

Dalam kesempatan yang sama, Edi kemudian mencari informasi tentang kegiatan Andrie Yunus yang nampak rutin hadir pada acara Kamisan di depan Istana Negara. Keempat terdakwa kemudian sepakat akan menyerang Andrie usai acara Kamisan, esok hari.

12 Maret 2026

Pukul 16.30 WIB
Edi dan Budhi berangkat dari Mabes BAIS TNI dengan berboncengan dengan motor Honda Beat Hitam; sedangkan Nandala dan Sami berbondengan dengan motor Yamaha Mio.

Sebelum berangkat, Budhi lebih dulu menuju Bengkel Mobil Denma BAIS TNI. Di lokasi tersebut, dia menuang air keras dari aki bekas dan mencampurnya dengan pembersih karat. Cairan tersebut ditampung dalam tumbler warna ungu yang kemudian dibungkus plastik hitam.

Pukul 17.00 WIB
Ketika sampai Monas, para terdakwa tak menemukan keberadaan Andrie Yunus. Mereka pun memisahkan diri saat berada di kawasan Tugu Tani. Edi dan Budhi mengecek keberadaan Andrie di Kantor Kontras, sedangkan Nandala dan Sami ke Kantor YLBHI.

Pukul 18.30 WIB
Nandala dan Sami berhenti di sebuah warung kopi daerah Cikini untuk buka puasa. Mereka kemudian menuju kantor YLBHI dan melakukan pemantauan dari jarak 50-100 meter.

Pukul 23.00 WIB
Edi dan Budhi menemui Nandala dan Sami di seberang kantor YLBHI untuk mengajak kembali ke Denma BAIS TNI. Saat akan pulang, Nandala justru melihat Andrie Yunus keluar dari YLBHI karena tak mengenakan helm. Mereka pun melakukan pengejaran dan pengekoran.

Pukul 23.30 WIB 
Pada Jalan Talang, Nandala dan Sami terus mengekor Andri Yunus dari belakang. Sedangkan Edi dan Budhi sempat mendahului untuk kemudian memutar balik dan menyiramkan air keras ke wajah Andrie.

Edi langsung menjatuhkan tumbler usai penyiraman dan meninggalkan lokasi menuju arah RSCM. Sedangkan Nandala dan Sami melaju lurus ke Jalan Pramuka dan kembali ke Denma BAIS TIM.

Edi dan Budhi sempat membeli dua botol air mineral untuk membasuh bagian tubuh yang terkena percikan cairan air keras. Setelah itu, mereka kembali ke Denma BAIS TNI.

13 Maret 2026

Pukul 00.30 WIB
Edi dan Budhi tiba di mes yang ternyata telah ditunggu Nandala dan Sami. Saat melihat luka bakar, Nandala dan Sami membantu pengobatan Edi dan Budhi secara mandiri.

Pukul 07.00 WIB
Nandala dan Sami tetap menghadiri apel pagi. Namun Edi dan Budhi izin dengan alasan sakit. Setelah itu, Nandala dan Sami melanjutkan tugas dinas seperti biasa. Keduanya pun langsung ke kamar Edi dan Budhi usai dinas untuk melanjutkan pengobatan. Hal ini berulang terus hingga 15 Maret 2026.

17 Maret 2026

Pukul 09.00 00 WIB
Setelah upacara bendera, Wakil Kepala BAIS TNI saat itu, Mayor Jenderal TNI Bosco Haryo Yunanto memerintahkan Kolonel Harry Heryadi mengecek Edi dan Budhi yang sudah izin sakit beberapa hari. Harry pun memerintahkan Provos BAIS TNI Sersan Satu (Sertu) Arif untuk memeriksa Edi dan Budhi

Arif kemudian melihat kondisi Edi dan Budhi. Dia melaporkannya ke Harry yang kemudian memerintahkan agar Edi dan Budhi dibawa ke Detasemen Kesehatan BAIS TNI. 

Kapten Suyanto yang memeriksa Edi dan Budhi menemukan kejanggalan atas luka bakar pada tangan kanan Budhi, serta luka bakar pada wajah dan pangkal leher Edi.

Pukul 09.45 WIB
Harry mendatangi ruang perawatan untuk mengecek langsung kondisi Edi dan Budhi. Dia pun mulai curiga dan mulai melontarkan sejumlah pertanyaan yang jawabannya janggal.

Pukul 10.00 WIB
Harry kemudian melaporkan kecurigaan kepada Direktur D BAIS TNI Brigadir Jenderal Sembiring yang kemudian memerintahkan Letkol Alwi sebagai Pampers BAIS TNI untuk memeriksa Edi dan Budhi. Hasilnya, Edi dan Budhi akhirnya mengaku telah menyerang Andrie Yunus. Edi dan Budhi pun menyebut peran Nandala dan Sami.

Pukul 16.30 WIB
Harry kemudian memerintahkan Arief untuk membawa Edi, Budhi, Nandala, dan Sami ke sel tahanan Denma BAIS TNI.

18 Maret 2026

Pukul 10.00 WIB
Atas perintah Kepala BAIS saat itu Letnan Jenderal Yudi Abrimantyo, Harry kemudian menyerahkan Edi cs kepada Puspom TNI.

(dov/frg)

No more pages