Logo Bloomberg Technoz

"Jadi Indonesia relatif menjaga ketahanan pangan karena Indonesia juga sebagian besar energi mix. Untuk listrik itu berbasis kepada batu bara," jelasnya.  

Lebih lanjut ia menambahkan, sejalan dengan faktor tersebut, sejumlah lembaga internasional pun kata dia masih memandang Indonesia sebagai salah satu ekonomi yang solid di kawasan.

International Monetary Fund (IMF), misalnya, menilai Indonesia sebagai salah satu bright spot di Asia dengan sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang kuat serta defisit anggaran yang tetap terjaga di bawah 3%.

Sementara itu, Euro Development Bank (IDB) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2%, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. 

Dari sisi pasar keuangan, FTSE Russell memastikan Indonesia tidak masuk dalam daftar pemantauan (watch list), sehingga status pasar modal tetap stabil, sejajar dengan negara seperti China dan India.

"Sedangkan JP Morgan Asset Management menempatkan Indonesia di peringkat kedua sebagai negara paling tahan terhadap guncangan energi global," tetangnya. 

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memaparkan empat sikap pemerintah untuk menjaga ketahanan energi di tengah kondisi geopolitik dan ancaman krisis energi akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Pertama, Bahlil menegaskan kondisi cadangan bahan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia saat ini berada di atas standar minimum nasional; baik untuk solar, bensin, avtur, gas, maupun gas minyak cair atau liquefied petroleum gas (LPG).  

Kedua, Bahlil memastikan mandatori biodiesel B50 akan berlaku pada tahun ini, sehingga Indonesia dipastikan bakal mengalami surplus solar. Terlebih, lanjutnya, proyek refinery development master plan (RDMP) di Kilang Balikpapan telah dijalankan.

Ketiga, terkait dengan penyesuaian harga BBM, Bahlil menegaskan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite dan Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar tidak akan mengalami perubahan pada April 2026 dari bulan sebelumnya, alias bertahan di harga masing-masing Rp10.000/liter dan Rp6.800/liter.

Keempat, Bahlil mengonfirmasi bahwa pemerintah akan mengendalikan pembelian BBM bersubsidi Pertalite dan Solar.

“Dalam kondisi seperti ini, tidak bisa pemerintah bekerja sendiri. Butuh dukungan kerja sama dari masyarakat, [sehingga] kita harus melakukan pembelian BBM dengan wajar dan bijak. Kalau isi mobil 1 hari 50 liter, tangki penuh,” ujarnya.

“Jadi kita dorong ke sana, yang tidak terlalu penting-penting, kami mohon kita bisa lakukan [pembelian BBM bersubsidi] dengan bijak. Terkait dengan urusan BBM Dex [series], itu juga belum ada penyesuaian harga.”

(lav)

No more pages