Logo Bloomberg Technoz

Airlangga Klaim Ketergantungan RI pada Selat Hormuz Hanya 20%

Pramesti Regita Cindy
27 April 2026 12:06

Menko Perekonomian Airlangga saat acara Ecoverse 2025 dan Peluncuran Bloomberg Businessweek Indonesia di Jakarta, (20/11/25). (Bloomberg Technoz/Ibnu)
Menko Perekonomian Airlangga saat acara Ecoverse 2025 dan Peluncuran Bloomberg Businessweek Indonesia di Jakarta, (20/11/25). (Bloomberg Technoz/Ibnu)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut ketergantungan Indonesia terhadap jalur energi global, Selat Hormuz relatif rendah.

Hal ini sekaligus menjawab perihal kondisi ketahanan energi Indonesia di tengah kondisi geopolitik dan ancaman krisis energi akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Temuan tersebut, kata Airlangga temuan tersebut mengemuka dalam pertemuan ASEAN Zero Emission Commission (AZEC) yang diikuti sejumlah negara. Dalam forum yang di pimpin oleh Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, dan dihadiri kurang lebih 12 negara, menyoroti tingginya ketergantungan kawasan Asia terhadap pasokan energi dari Timur Tengah melalui Selat Hormuz.


"Perdana Menteri Sanae Takaichi ini mengatakan 70% negara Asia [saat] ini sangat tergantung kepada Middle East, kepada Selat Hormuz. Namun Indonesia tidak, jadi itu yang Indonesia [hanya] bergantung sekitar 20% [energi dari timur tengah]," kata Airlangga dalam agenda Kick Off PINISI di gedung Bank Indonesia, Senin (27/4/2026). 

Menurut Airlangga, kondisi ini tentunya membuat Indonesia relatif lebih tahan terhadap gejolak global, khususnya yang berkaitan dengan distribusi energi domestik.