Logo Bloomberg Technoz

Trump: Penembak Tulis Manifesto, Sebut Diri Pembunuh Federal

Redaksi
27 April 2026 07:15

Insiden penembakan saat Presiden Trump menghadiri makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih (25/4/2026). (Daniel Heuer/Bloomberg)
Insiden penembakan saat Presiden Trump menghadiri makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih (25/4/2026). (Daniel Heuer/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan bahwa tersangka yang mencoba menyerang jajaran pejabat pemerintah dalam acara jamuan makan malam koresponden Gedung Putih (White House Correspondents' Association dinner) pada Sabtu (25/4) malam memiliki manifesto anti-Kristen. Trump menyebut pelaku memiliki "banyak kebencian di hatinya," namun berhasil dihentikan sebelum mencapai ruang utama acara.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menjuluki tersangka sebagai "pria yang sakit." Tersangka yang diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen (31) asal Torrance, California, ditangkap di lokasi kejadian, Hotel Washington Hilton.

"Jika Anda membaca manifestonya, dia sangat membenci umat Kristiani," ujar Trump dalam program Sunday Briefing dikutip dari Reuters.


Menurut pejabat penegak hukum, manifesto tersebut dikirimkan Allen kepada anggota keluarganya sesaat sebelum serangan dimulai. Dalam dokumen itu, ia menjuluki dirinya sebagai "Friendly Federal Assassin" (Pembunuh Federal yang Ramah).

"Memalingkan muka ketika orang lain ditindas bukanlah perilaku Kristiani; itu adalah keterlibatan dalam kejahatan si penindas," tulis Allen dalam manifestonya.