Logo Bloomberg Technoz

Hormuz Lumpuh, Vale Klaim Stok Sulfur Buat Smelter Nikelnya Aman

Azura Yumna Ramadani Purnama
25 April 2026 21:45

Tumpukan sulfur terlihat di sebuah pelabuhan di British Columbia, Kanada. (Fotografer: Darryl Dyck/Bloomberg)
Tumpukan sulfur terlihat di sebuah pelabuhan di British Columbia, Kanada. (Fotografer: Darryl Dyck/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengklaim stok sulfur perseroan yang bakal digunakan untuk smelter nikel berbasis hidrometalurgi atau high pressure acid leach (HPAL) dalam kondisi aman, sehingga belum terdampak lonjakan harga sulfur dan ketatnya pasokan komoditas tersebut.

Bagaimanapun, Chief Financial Officer (CFO) INCO Rizky Andhika Putra mengungkapkan perseroan tetap menyusun mitigasi risiko dari ketatnya pasokan sulfur di pasar global akibat blokade Selat Hormuz dan melonjaknya harga komoditas tersebut.

“Jadi kami aktif untuk procurement baik dari sisi resource-nya [maupun] kategorinya. Kami terus aktif untuk cari mitigasi, selain itu secara operasional efisiensi sih. Jadi enggak hanya fokus mencari dari sumber supplier, tetapi pasti juga efisiensi pada masa masa begini. Antisipasi jadi fokus kita utama,” kata Rizky ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026), malam.


Ihwal melonjaknya harga sulfur, Rizky memandang harga komoditas tersebut bakal segera mereda dengan adanya perkembangan positif dari gejolak di Timur Tengah.

Benchmark harga sulfur./dok. BMI

“Kami tuh buffer [stok penyangga]-nya cukup baik, inventory-nya cukup aman untuk tahun ini beroperasi jadi secara intake bisa di-manage dengan baik. Mungkin harga, mudah-mudahan sih ya kalau baca berita sih, kelihatannya sudah perangnya udah cukup lebih menunjukkan sinyal positif,” ungkap Rizky.