Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Membuka Pekan di Zona Merah

Tim Riset Bloomberg Technoz
27 April 2026 09:39

Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan pekan ini dengan pelemahan, setelah pekan lalu terdepresiasi dan kembali menyentuh rekor terlemah sepanjang masa. 

Rupiah pagi ini, Senin (27/4/2026), mata uang Nusantara melemah 0,03% di Rp17.210/US$, melanjutkan tren depresiasi di tengah ketidakpastian geopolitik dan melambungnya harga minyak mentah. 

Tak lama berselang, rupiah kembali melanjutkan pelemahannya 0,1% ke posisi Rp17.223/US$ pada 09:25 WIB. 


Indeks dolar Amerika Serikat (AS) terhadap enam mata uang utama dunia kembali tercatat menguat 0,81% ke 99,32, seiring kembali naiknya harga minyak mentah lantaran negosiasi AS dan Iran jalan ada di jalan buntu. 

Harga minyak jenis Brent melonjak hingga 2,3% ke level US$107,73 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran US$96.