Logo Bloomberg Technoz

IHSG Berakhir di 5.886, AMMN Jadi Pemberat

Muhammad Julian Fadli
11 June 2026 17:09

Pengunjung di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir minus 0,28% ke level 5.886 pada penutupan perdagangan Kamis (11/6/2026). Indeks komposit ditekan peforma buruk saham PT Amman Mineral Tbk (AMMN) dan sejumlah saham barang baku lainnya.

Jelang penutupan perdagangan IHSG terpeleset ke zona merah. Adapun rentang perdagangan terjadi pada 6.010 hingga terdalam menyentuh 5.784.

IHSG Penutupan Sesi II pada Kamis 11 Juni 2026 (Bloomberg)

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp22,27 triliun dari sejumlah 33,64 miliar saham yang ditransaksikan. Dengan frekuensi yang terjadi 2,37 juta kali diperjualbelikan. Tercatat masih ada penguatan 265 saham, dan sebanyak 419 saham terjadi pelemahan. Sisanya 131 saham stagnan.

Penyebab IHSG Melemah


Saham–saham barang baku utamanya menjadi pemberat IHSG dengan tertekan mencapai 4,26%, begitu juga saham energi drop 2,12%, disusul oleh pelemahan pada saham transportasi dengan melemah 1,41%. Sedang, saham keuangan berhasil menguat 1,36%.

Terungkap, berdasarkan data Bloomberg, melemahnya IHSG merupakan efek langsung dari tertekannya sejumlah saham big caps yang memiliki bobot besar terhadap Indeks.