Logo Bloomberg Technoz

Asa Pembukaan Hormuz, Minyak Berpotensi Drop ke US$70 Semester II

Sabrina Mulia Rhamadanty
15 June 2026 14:10

Depot penyimpanan minyak Unitank di sepanjang Kanal Teltow di Berlin, Jerman./Bloomberg-Krisztian Bocsi
Depot penyimpanan minyak Unitank di sepanjang Kanal Teltow di Berlin, Jerman./Bloomberg-Krisztian Bocsi

Bloomberg Technoz, Jakarta – Analis komoditas melihat harga minyak mentah acuan dunia, Brent, berpeluang makin turun ke level US$70-an per barel pada semester II-2026 jika pembukaan Selat Hormuz menyusul kesepakatan damai Amerika Serikat (AS) dan Iran berjalan lancar. 

Analis komoditas dan founder Traderindo Wahyu Laksono menyebut keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyelesaikan kesepakatan dengan Iran untuk kembali membuka Selat Hormuz berpotensi mendorong turunnya harga minyak secara umum.

Bahkan, menurutnya, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) bisa saja turun hingga ke level US$65/barel pada paruh kedua tahun ini. 


“Tren harga minyak WTI sudah anjlok hari ini dan berada di kisaran US$81/barel. Untuk outlook semester II, harga minyak WTI bisa US$65—US$95 per barel dan untuk Brent US$70—US$100 per barel,” kata Wahyu saat dihubungi, Senin (15/6/2026). 

Grafik pergerakan harga minyak. (Sumber: Bloomberg)

Wahyu menambahkan ambrolnya harga minyak awal pekan ini mencerminkan sikap pasar yang mulai mencerna (pricing in) berkurangnya ketidakpastian geopolitik.