Tencent dan Alibaba bersaing untuk memimpin industri AI di China bersama sejumlah startup termasuk Moonshot dan MiniMax. Keduanya juga merupakan penyedia layanan cloud utama yang setara dengan Microsoft Corp. dan Amazon.com Inc., dan berminat menyediakan infrastruktur komputasi bagi startup yang sedang berkembang yang membutuhkan pusat data untuk mengoperasikan platform AI mereka. Keduanya, sebagai contoh, merupakan investor MiniMax, pengembang model bahasa besar M2.
Negosiasi masih dalam dapat berubah. Belum ada jaminan akan tercapainya kesepakatan, atau valuasi yang akan digunakan dalam proses tersebut. The Information sebelumnya melaporkan bahwa DeepSeek berencana menggalang dana lebih dari US$300 juta (setara Rp5,19 triliun) dengan target valuasi perusahaan US$20 miliar (setara Rp346,18 miliar).
DeepSeek, Alibaba, dan Tencent tak segera menanggapi permintaan komentar. Saham mereka turun di Hong Kong pada hari Kamis.
Pemilik DeepSeek adalah hedge fund Zhejiang High-Flyer Asset Management, yang salah satu pendirinya, Liang Wenfeng, mendirikan startup tersebut pada 2023.
DeepSeek merilis model AI pada Januari 2025 yang menggemparkan sektor tersebu, dengan kinerja yang setara dengan platform AI asal AS meskipun China memiliki akses terbatas terhadap talenta internasional dan teknologi semikonduktor mutakhir.
DeepSeek terus meluncurkan produk baru dengan cepat dan membedakan diri dari perusahaan AS seperti OpenAI dan Anthropic PBC dengan merilis model open source berbiaya rendah.
Alibaba sudah menjadi pemain utama di sektor AI, meluncurkan model baru bulan ini yang mampu menciptakan lingkungan 3D dan video interaktif. Perusahaan ini melakukan reorganisasi untuk menggabungkan layanan dan pengembangan AI-nya ke dalam satu unit bisnis bulan lalu.
Tencent belum lama menyatakan akan menggandakan investasi di bidang AI menjadi lebih dari 36 miliar yuan atau setara US$5,2 miliar tahun ini.
DeepSeek memperluas jangkauan ke bidang agentic AI seiring kemunculan OpenClaw, memanfaatkan gelombang antusiasme terhadap perangkat lunak yang dapat menjalankan tugas tanpa campur tangan manusia.
Startup asal Tiongkok ini memposting lebih dari puluhan lowongan pekerjaan untuk posisi yang berkaitan dengan agen, demikian dilaporkan Bloomberg News pada bulan Maret. Seperti kebanyakan startup lainnya, perusahaan ini juga sangat ingin mendapatkan akses ke daya komputasi yang dapat disediakan oleh pembangun pusat data seperti Alibaba dan Tencent, guna mendukung ekspansi ke bidang-bidang baru.
(bbn)































