China Kantongi Rp8,7 Triliun per Jam dari Eskpor, AI Jadi Pembeda
News
13 May 2026 09:00

Bloomberg, Meskipun perekonomian AS dan China mungkin masih menuju decoupling, keduanya justru mendapatkan dorongan dari sumber yang sama. Sama seperti ledakan investasi bisnis yang didorong oleh AI yang mendukung pertumbuhan ekonomi AS pada awal tahun ini, Goldman Sachs Group Inc. dan Nomura Holdings Inc. memperkirakan penjualan luar negeri China untuk semikonduktor, komputer, dan produk lain yang terkait erat dengan artificial intelligence (AI) menyumbang sekitar setengah dari pertumbuhan ekspor negara tersebut pada bulan April.
Secara keseluruhan, pengiriman barang China ke luar negeri naik 14% dari tahun lalu menjadi rekor bulanan sebesar US$359 miliar (setara Rp6 .292 triliun). Ini mengartikan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut meraup sekitar US$500 juta (sekitar Rp8,7 triliun) rata-rata setiap jamnya.
Ekspor chip melonjak 100%, sementara penjualan peralatan pemrosesan data otomatis dan terkait suku cadang—termasuk laptop, tablet, dan komponennya—naik 47%, menurut data bea cukai terbaru. Kecerdasan buatan juga mengubah aliran barang ke China, dengan pembelian produk teknologi tinggi asing melonjak 42%.
Presiden Donald Trump tiba di Beijing pekan ini dengan agenda menghadiri pertemuan puncak dengan Xi Jinping. Acara yang telah lama dinanti mendorong ledakan investasi yang kini menggerakkan ekspor China dan mengangkat perekonomian utama Asia lainnya, mulai dari Korea Selatan hingga Taiwan.
Pada tahun ini saja, perusahaan teknologi raksasa AS termasuk Alphabet Inc. dan Meta Platforms Inc. berencana untuk menggelontorkan dana sebesar US$725 miliar ke dalam belanja modal, terutama untuk peralatan pusat data AI.































