Logo Bloomberg Technoz

Tambahan kapasitas sebesar 55 megawatt dari proyek tersebut membuat total kapasitas terpasang PGE meningkat menjadi 727 megawatt. Hal ini semakin memperkuat posisi PGE sebagai pemain utama di sektor panas bumi nasional.

Selain mencatatkan kinerja produksi yang tinggi, PGE juga terus memperluas pengembangan proyek strategis. Perseroan memulai eksplorasi greenfield di PLTP Gunung Tiga di Lampung dengan potensi kapasitas 55 megawatt.

Kerja sama dengan PLN Indonesia Power juga menjadi bagian dari strategi ekspansi. Kolaborasi ini memiliki potensi tambahan kapasitas hingga 530 megawatt untuk mendukung kebutuhan energi nasional.

Empat proyek PGE juga masuk dalam Blue Book Bappenas 2025 hingga 2029. Hal ini menjadi indikator penting bahwa proyek-proyek perseroan masuk dalam prioritas pembangunan nasional.

Strategi Ekspansi dan Diversifikasi Energi

PGE tidak hanya fokus pada pengembangan listrik panas bumi, tetapi juga melakukan diversifikasi bisnis. Salah satunya melalui groundbreaking proyek green hydrogen di Ulubelu.

Perseroan juga menginisiasi pengembangan green data center berbasis energi panas bumi. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi Beyond Electricity yang tengah dikembangkan.

Selain itu, PGE meluncurkan inovasi Flow2Max melalui kolaborasi dengan Ecolab. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus membuka peluang pendapatan baru.

Direktur Utama PGE Ahmad Yani menegaskan bahwa tahun 2025 merupakan periode penting bagi perusahaan. Berbagai pencapaian yang diraih menjadi fondasi kuat untuk pertumbuhan jangka panjang.

“Sebagai perusahaan panas bumi terbesar di Indonesia, PGE terus mengakselerasi pertumbuhan melalui tiga strategi utama: optimalisasi aset eksisting, ekspansi bisnis, dan diversifikasi sumber pendapatan baru. Pencapaian kami di tahun 2025 menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi menjadi world leading geothermal producer, mendukung agenda transisi energi bersih, sekaligus meningkatkan ketahanan energi nasional,” katanya.

Dari sisi keuangan, PGE juga mencatatkan kinerja yang solid. Sepanjang 2025, perseroan membukukan pendapatan sebesar 432,73 juta dolar Amerika Serikat.

Laba bersih tercatat mencapai 137,67 juta dolar Amerika Serikat. Sementara itu, EBITDA meningkat 1,94 persen secara tahunan menjadi 330,35 juta dolar Amerika Serikat.

Margin EBITDA mencapai 76,34 persen, mencerminkan efisiensi dan kesehatan keuangan perusahaan. Kondisi ini memberikan ruang bagi PGE untuk terus melakukan ekspansi bisnis secara berkelanjutan.

Untuk mencapai target kapasitas 1 gigawatt pada 2028 dan 1,8 gigawatt pada 2034, PGE tengah fokus pada investasi strategis. Proyek-proyek quick win menjadi prioritas untuk meningkatkan kapasitas terpasang.

Penguatan struktur kepemimpinan juga menjadi bagian penting dalam strategi perusahaan. Penunjukan Fransetya Hutabarat sebagai Direktur Keuangan diharapkan mampu membawa perspektif baru dalam pengelolaan keuangan.

Fransetya memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun di berbagai sektor industri. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Director of Finance Sub Holding Refining dan Petrochemical di PT Kilang Pertamina Internasional.

Dalam perannya tersebut, ia berhasil mendorong pencapaian investment grade rating dari lembaga pemeringkat global. Pengalaman ini menjadi nilai tambah bagi PGE dalam memperkuat fondasi keuangan.

Perseroan juga melakukan perubahan Anggaran Dasar untuk memperluas kegiatan usaha. Langkah ini mencakup pengembangan bisnis di bidang pengolahan data dan penyediaan infrastruktur komputasi.

Selain itu, PGE juga membuka peluang usaha di sektor penyewaan mesin dan peralatan pertambangan. Strategi ini diharapkan dapat menciptakan sumber pendapatan baru.

Ahmad Yani juga menyampaikan apresiasi kepada Direktur Keuangan sebelumnya atas kontribusinya. Ia menilai pergantian kepemimpinan ini sebagai momentum penting untuk mendorong pertumbuhan.

“Kami memandang bergabungnya Bapak Fransetya Hutabarat sebagai bagian dari Direksi Perseroan merupakan momentum positif untuk mendorong peningkatan kinerja bisnis Perseroan ke depan. Ke depan, PGE akan terus mendorong ekspansi bisnis sekaligus memperkuat kinerja keuangan Perseroan secara berkelanjutan,” katanya.

Dengan berbagai capaian dan strategi yang dijalankan, PGE semakin memperkuat posisinya sebagai pemain utama energi panas bumi. Langkah ini sekaligus mendukung agenda besar Indonesia dalam transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan.

(tim)

No more pages