Dari jumlah tersebut, sekitar 21 persen perempuan telah menduduki posisi manajerial. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan keterwakilan perempuan dalam struktur organisasi perusahaan.
TelkomGroup menargetkan peningkatan yang lebih signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Pada 2030, perusahaan menargetkan keterwakilan perempuan mencapai 32 persen dari total karyawan dan 27 persen di level manajerial.
Peningkatan ini menjadi bagian dari strategi DEI yang dirancang secara sistematis. TelkomGroup ingin memastikan bahwa perempuan memiliki akses yang lebih luas untuk berkembang di berbagai lini organisasi.
Penguatan Kepemimpinan dan Akses Perempuan
Penguatan peran perempuan juga terlihat di berbagai level kepemimpinan. Pada 2025, keterwakilan perempuan di manajemen senior mencapai 14,0 persen.
Di tingkat manajemen madya, angka tersebut berada di kisaran 23,2 persen. Sementara di level pengawas, keterwakilan perempuan mencapai 33,4 persen.
Selain itu, TelkomGroup terus mendorong partisipasi perempuan di fungsi strategis perusahaan. Keterlibatan perempuan pada revenue generating function tercatat sebesar 8,3 persen.
Di bidang Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika atau STEM, partisipasi perempuan mencapai 8,1 persen. Angka ini menunjukkan upaya perusahaan dalam membuka akses perempuan ke sektor berbasis teknologi.
Peran perempuan juga terlihat di level kepemimpinan tertinggi. Kehadiran Dian Siswarini sebagai Direktur Utama menjadi simbol kuat keterlibatan perempuan dalam mendorong transformasi digital.
Kiprah Dian mendapatkan pengakuan melalui berbagai penghargaan. Di antaranya adalah Excellent Mom in Digital Transformation and Regional Connectivity Leadership pada Wonder Mom Awards 2025 serta Perempuan Inspiratif Awards 2025.
Menurut Dian, pemberdayaan perempuan harus dimaknai sebagai upaya membuka akses yang setara terhadap berbagai peluang. Hal ini menjadi semakin relevan di era digital yang terus berkembang pesat.
“Di era digital, konektivitas menjadi jembatan penting agar perempuan semakin berdaya. Dengan akses yang seluas-luasnya terhadap informasi, pengetahuan, dan peluang, perempuan dapat lebih maju dan berkembang,” pungkas Dian.
Selain fokus pada representasi, TelkomGroup juga membangun ekosistem kerja yang mendukung produktivitas perempuan. Perusahaan menyediakan fasilitas seperti Telkom Daycare dan ruang laktasi.
Fasilitas ini bertujuan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif. Dengan demikian, perempuan dapat menjalankan peran profesional secara optimal.
TelkomGroup juga terus mengembangkan berbagai inisiatif untuk mendukung pengembangan talenta perempuan. Program-program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas dan kepemimpinan perempuan di dalam organisasi.
Pendekatan yang terintegrasi ini diyakini mampu menghadirkan perspektif yang lebih beragam dalam pengambilan keputusan. Hal tersebut juga berkontribusi pada percepatan transformasi perusahaan.
Melalui komitmen terhadap kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, TelkomGroup tidak hanya membangun organisasi yang lebih tangguh. Perusahaan juga berperan dalam menciptakan masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
(tim)






























