Logo Bloomberg Technoz

Namun, pandangan tersebut disampaikan sebelum pecahnya perang antara AS-Israel dengan Iran, yang kini justru mengancam peningkatan inflasi. Saat ini, para pembuat kebijakan cenderung sepakat bahwa tidak ada urgensi untuk menurunkan suku bunga lebih jauh.

Rekam Jejak

Dukungan Warsh terhadap suku bunga rendah baru-baru ini cukup mengejutkan, mengingat reputasi lamanya sebagai seorang "inflation hawk" (pihak yang sangat waspada terhadap inflasi), sehingga memunculkan pertanyaan mengenai perubahan sikapnya. Warsh pernah menjabat sebagai anggota Dewan Gubernur The Fed pada 2006 hingga 2011. Selama periode tersebut, ia kerap memperingatkan ancaman inflasi dan potensi kebutuhan menaikkan suku bunga, bahkan saat Global Financial Crisis ketika inflasi AS sangat rendah dan pengangguran meningkat tajam.

Penyelidikan Departemen Kehakiman

Kendala terbesar bagi konfirmasi Warsh adalah investigasi Departemen Kehakiman terhadap proyek renovasi gedung The Fed. Gubernur The Fed saat ini, Jerome Powell, menilai investigasi tersebut hanyalah serangan politik terhadap bank sentral terkait kebijakan suku bunga.

Senator Partai Republik, Thom Tillis, bahkan menyatakan tidak akan memberikan suara untuk Warsh hingga investigasi tersebut tuntas. Sikap Tillis ini berpotensi menghambat pencalonan Warsh sebelum sampai ke sidang pleno Senat. Hingga kini, baik Trump maupun DOJ belum menunjukkan tanda-tanda akan menghentikan penyelidikan tersebut.

Neraca Keuangan

Warsh berjanji akan menyusutkan neraca keuangan The Fed yang kini mencapai US$6,7 triliun. Namun, ia belum menjelaskan mekanismenya. Langkah ini dinilai berisiko karena dapat menarik likuiditas yang sangat dibutuhkan dari pasar uang. Selain itu, para legislator kemungkinan akan mempertanyakan keraguannya di masa lalu terkait penggunaan neraca sebagai alat stimulus ekonomi saat suku bunga mendekati nol.

Kesepakatan The Fed-Departemen Keuangan

Warsh sempat melontarkan ide untuk meninjau kembali kesepakatan tahun 1951 antara The Fed dan Departemen Keuangan yang selama ini memperkuat independensi bank sentral. Ia kemungkinan akan diminta menjelaskan seperti apa kesepakatan baru tersebut dan mengapa hal itu diperlukan. Sejumlah pengamat khawatir kesepakatan baru dapat memberi Departemen Keuangan pengaruh terhadap penggunaan neraca The Fed.

Topik Lainnya

Warsh juga berpotensi menghadapi pertanyaan mengenai dukungannya terhadap upaya pemerintahan Trump dalam mengurangi regulasi industri keuangan. Selain itu, kekayaan pribadinya juga kemungkinan menjadi sorotan.

Warsh dan istrinya, Jane Lauder, melaporkan aset senilai sedikitnya US$192 juta dalam dokumen pengungkapan keuangan yang diajukan sebagai bagian dari pencalonannya. Namun, total kekayaan bersihnya diperkirakan jauh lebih besar dan menjadikannya salah satu pejabat The Fed terkaya dalam sejarah bank sentral tersebut.

Janji Warsh untuk membawa “perubahan rezim” di bank sentral juga dapat memicu pertanyaan mengenai apakah ia berencana mengurangi jumlah pegawai, membatasi riset ekonomi The Fed, atau mengubah cara komunikasi bank sentral dengan pasar keuangan dan publik.

(bbn)

No more pages