Logo Bloomberg Technoz

Pengangguran pemuda telah menjadi masalah mendesak bagi Perdana Menteri Keir Starmer karena persentase pengangguran usia 16-24 tahun berada di level tertinggi dalam satu dekade, akibat gabungan tinggnya biaya tenaga kerja dan teknologi yang memengaruhi sektor-sektor pekerja white-collar.

Matt Prebble, CEO Accenture untuk wilayah Inggris dan Irlandia, mengatakan bahwa Inggris harus “mengembalikan kepercayaan dirinya,” dalam sebuah wawancara. 

Prebble mendesak para eksekutif untuk fokus menggunakan teknologi sebagai “pendorong kualitas dan pendapatan, bukan sekadar efisiensi.”

Laporan tersebut menunjukkan bahwa warga Inggris dengan cepat mengadopsi AI untuk peningkatan kinerja. Hampir seperlima karyawan kini menggunakan AI generatif setiap hari, tiga kali lipat dibandingkan dua tahun lalu.

Namun, kemajuan pada tingkat perusahaan jauh lebih lambat, yang mengindikasikan bahwa AI tidak akan segera tercermin dalam angka PDB Inggris.

AI masih terutama digunakan untuk tugas-tugas minor daripada proses-proses kunci, dan perusahaan belum mengubah sistem serta alur kerja mereka untuk mendukungnya.

Ketidaksesuaian antara pekerja dan atasan di sebuah institusi dunia usaha mencerminkan pendekatan yang berbeda terhadap AI. Pekerja menggunakannya untuk meningkatkan kualitas pekerjaan mereka, sementara para pemimpin cenderung melihatnya terutama sebagai cara untuk memangkas biaya dibandingkan meningkatkan pendapatan, dikutip dari hasil survei yang sama.

Namun, dengan mengamati 17 industri, Accenture menemukan bahwa AI dapat meningkatkan pendapatan lebih dari dua kali lipat dibandingkan penghematan biaya tenaga kerja yang dapat dihasilkannya, dengan sektor energi, ilmu hayati, dan ritel sebagai pemenang utama.

Temuan Accenture didasarkan pada survei terhadap 2.085 karyawan dan 510 eksekutif perusahaan di seluruh Inggris Raya dan Irlandia Utara yang dilakukan antara bulan Februari dan Maret.

(bbn)

No more pages