Logo Bloomberg Technoz

Kalender Ekonomi: Risiko Stagflasi Mengintai Ekonomi Dunia

Redaksi
20 April 2026 07:16

Tren penguatan nilai tukar Dolar AS. Bloomberg
Tren penguatan nilai tukar Dolar AS. Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Di tengah ketidakpastian geopolitik yang masih tinggi, pekan ini akan jadi ujian bagi arah kebijakan moneter di Asia. Pesan dari otoritas moneter baik Indonesia hingga China relatif seragam, menahan tingkat suku bunga sambil membaca arah risiko, terutama risiko yang datang akibat lonjakan harga minyak mentah. 

Bank-bank komersial China diperkirakan kembali mempertahankan Loan Prime Rate. Sikap ini menandakan industri perbankan China masih berhati-hati sambil menunggu langkah dari otoritas moneter People’s Bank of China. 

Sementara, dari Indonesia nada hawkish yang lebih defensif juga ditunjukkan oleh Bank Indonesia. MH Thamrin diperkirakan menahan suku bunga di 4,75%, dengan fokus utama menjaga stabilitas rupiah. 


Sebab, lonjakan harga energi global berpotensi meningkatkan risiko inflasi impor, di sisi lain tekanan terhadap nilai tukar belum sepenuhnya reda di tengah kekhawatiran fiskal dan arus keluar modal asing. 

Sikap serupa juga ditunjukkan oleh bank sentral Filipina yang kembali fokus pada risiko inflasi. Kenaikan harga energi dan pelemahan peso mendorong otoritas moneter lebih hati-hati dan cenderung waspada, meski pertumbuhan ekonomi domestiknya juga masih rapuh.