Logo Bloomberg Technoz

"Campuran antara pertumbuhan yang lebih lambat dan inflasi yang sedikit lebih tinggi menunjukkan bahwa ekonomi Malaysia, meskipun tangguh, tidak kebal terhadap guncangan eksternal," ujar Lavanya Venkateswaran, ekonom di OCBC. Meski demikian, ia mencatat bahwa Malaysia masih mampu menjaga pertumbuhan di atas 5%.

Capaian kuartal pertama ini memang masih berada di atas target setahun penuh pemerintah yang sebesar 4% hingga 4,5%, serta melampaui kinerja sebagian besar ekonomi utama di Asia.

Departemen Statistik menyebutkan bahwa lonjakan teknologi kecerdasan buatan (AI) menjadi titik terang, didorong oleh meningkatnya permintaan untuk pusat data dan aktivitas terkait AI generatif. Di sisi lain, sektor pertambangan mengalami kontraksi akibat penurunan produksi minyak mentah, kondensat, dan gas alam.

"Kuartal pertama Malaysia tahun 2026 mencerminkan ekonomi yang tetap tangguh secara fundamental, bahkan di tengah meningkatnya ketidakpastian global, terutama lonjakan harga minyak akibat ketegangan geopolitik," kata Kepala Statistik Malaysia, Mohd Uzir Mahidin, dalam sebuah pernyataan. Data awal ini akan diikuti oleh rilis data lengkap pada 15 Mei mendatang.

Perang Iran telah melumpuhkan Selat Hormuz, jalur air vital bagi pengiriman minyak mentah, gas alam, dan petrokimia yang sebagian besar ditujukan ke Asia. Kelangkaan fisik mengancam terhentinya produksi di pabrik-pabrik Asia, sementara lonjakan biaya komoditas telah memicu kenaikan harga transportasi, logistik, dan pangan di sejumlah tempat.

Malaysia mencatat percepatan inflasi menjadi 1,7% pada bulan Maret, laju tercepat dalam lebih dari satu tahun, dengan biaya transportasi sebagai pendorong utama. Pemerintah Malaysia menyubsidi harga BBM secara besar-besaran, namun bulan lalu kuota bahan bakar warga mulai dipangkas saat perang mengirim harga Brent menembus 100 dolar AS per barel.

Meski begitu, Malaysia dinilai sebagai salah satu negara di kawasan yang paling siap menghadapi ketidakpastian. Produksi gas alamnya mampu menyeimbangkan impor produk minyak bumi, ditambah permintaan global terhadap chip yang terus mendongkrak sektor manufaktur.

Bank Negara Malaysia (BNM) pada bulan Maret menyatakan bahwa PDB dapat tumbuh 4% hingga 5% tahun ini didorong oleh permintaan domestik dan investasi yang kuat. BNM dijadwalkan akan memutuskan kebijakan suku bunga pada 7 Mei mendatang.

OCBC memprediksi BNM akan mempertahankan suku bunga "karena data saat ini menunjukkan perlunya kewaspadaan terhadap pertumbuhan dan inflasi." OCBC tetap pada prakiraan pertumbuhan PDB 2026 sebesar 4,4% dengan rata-rata inflasi di angka 2%.

(bbn)

No more pages