Logo Bloomberg Technoz

Dalam unggahan media sosial berikutnya, Trump menyatakan akan mengundang Presiden Aoun dan PM Netanyahu ke Gedung Putih untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut. "Kedua belah pihak menginginkan PERDAMAIAN, dan saya yakin hal itu akan terjadi, segera!" ujar Trump.

Saat ini, Iran dan AS sedang mempertimbangkan perpanjangan gencatan senjata mereka selama dua minggu, yang dijadwalkan berakhir pekan depan. Perpanjangan ini krusial untuk memberikan waktu bagi kedua pihak merundingkan kesepakatan damai formal. Perang di Lebanon menjadi salah satu titik api utama, di mana Iran mendesak agar Lebanon turut dimasukkan dalam cakupan gencatan senjata.

Teheran memandang Hizbullah sebagai sekutu kunci. Kelompok ini mulai melancarkan serangan ke Israel beberapa hari setelah AS dan Israel membombardir Iran pada 28 Februari lalu.

Menurut pemerintah Lebanon, invasi Israel ke Lebanon selatan serta serangan ke ibu kota Beirut telah menewaskan lebih dari 2.000 orang dan memaksa setidaknya satu juta warga mengungsi. Israel menyatakan niatnya untuk menguasai sebagian besar wilayah Lebanon selatan guna menciptakan zona penyangga di perbatasan, yang sekaligus menghalangi sekitar 600.000 penduduk setempat untuk kembali ke rumah mereka.

Sejauh ini, belum jelas apakah Israel akan menarik sebagian atau seluruh pasukannya jika gencatan senjata tersebut mulai berlaku.

Di pihak Israel, dua warga sipil dan tiga belas tentara tewas dalam pertempuran, sementara serangan Hizbullah memaksa banyak warga di wilayah utara Israel untuk terus-menerus berlindung di bunker.

Sebelumnya, AS dan Israel menegaskan bahwa gencatan senjata dengan Iran tidak mencakup wilayah Lebanon. Netanyahu sendiri menuntut pelucutan senjata Hizbullah sebagai syarat utama untuk gencaan senjata.

Para pejabat dari Lebanon dan Israel—dua negara yang tidak saling mengakui secara resmi—sebenarnya telah bertemu di Washington pada hari Selasa. Pertemuan yang melibatkan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio tersebut menjadi diskusi langsung pertama antara kedua pemerintah dalam lebih dari tiga dekade, meskipun negosiasi kala itu berakhir tanpa kesepakatan.

Secara lebih luas, Iran dan AS masih harus menyelesaikan isu-isu berat lainnya, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz serta masa depan program nuklir dan rudal Teheran.

(bbn)

No more pages