Logo Bloomberg Technoz

Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyatakan tim Ditjen Migas masih berada di Rusia untuk menyiapkan teknis kerja sama pengadaan komoditas migas tersebut.

Akan tetapi, dia menegaskan kedua negara belum memutuskan skema pengadaan dan volume impor yang bakal dilakukan. Selain itu, Laode menegaskan kerja sama bakal dilakukan untuk jangka waktu panjang.

“Jadi sekarang tim di Rusia pun ada tim yang sedang menyiapkan teknisnya. Jadi skemanya seperti apa. Kita belum sampai ke volume. Namun, paling tidak Rusia mau kerja sama crude, BBM, LPG itu sudah bagus,” kata Laode kepada awak media di Kompleks DPR RI, Rabu (15/4/2026).

Di sisi lain, Menteri ESDM mengklaim Indonesia telah mengimpor minyak mentah dari AS, sedangkan BBM masih belum dilaksanakan.

“Amerika sudah mulai berjalan, sudah mulai. BBM tidak, BBM kita tidak ambil dari sana, minyak mentah, crude-nya,” kata Bahlil kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (10/4/2026).

Dalam dokumen Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang dirilis Gedung Putih pada 19 Februari 2026, Indonesia diwajibkan mendukung dan memfasilitasi pembelian LPG senilai US$3,5 miliar atau setara Rp59,13 triliun.

Selain itu, Indonesia juga akan mengimpor minyak mentah dari Negeri Elang Bondol dengan nilai US$4,5 miliar atau setara Rp76,02 triliun.

Terakhir, Indonesia juga harus mengimpor BBM atau bensin olahan senilai US$7 miliar atau setara Rp118,26 triliun.

“Indonesia akan memfasilitasi, dengan memberikan semua persetujuan pemerintah, keputusan, dan izin yang diperlukan kepada entitas milik negara dan sektor swasta, peningkatan pembelian energi AS,” tulis Gedung Putih.

Sekadar catatan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor minyak mentah Indonesia yang masuk dalam HS 27090010 (crude petroleum oils) pada Januari hingga Februari 2026 mencapai 2,9 juta ton atau setara dengan kurang lebih 3,43 juta kiloliter (kl).

Daftar negara sumber impor minyak mentah Indonesia pada Januari—Februari 2026 berdasarkan data BPS:

Nigeria: 767.905 ton atau sekitar 894.609 kl
Angola: 689.504 ton atau sekitar 803.772 kl
Arab Saudi: 514.422 ton atau sekitar 599.301 kl
Brasil: 272.782 ton atau sekitar 317.791 kl
Gabon: 218.090 ton atau sekitar 254.075 kl
Algeria: 132.700 ton atau sekitar 154.595 kl
UEA: 126.671 ton atau sekitar 147.592 kl
Guinea Khatulistiwa: 90.988 ton atau sekitar 106.001 kl
Malaysia: 84.028 ton atau sekitar 97.891 kl
Brunei Darussalam: 43.461 ton atau sekitar 50.631 kl

(azr/ros)

No more pages