Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Dibuka Hijau, Kompak dengan Mata Uang Asia

Tim Riset Bloomberg Technoz
16 April 2026 09:34

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat terbatas di pasar spot, dengan perubahan ke posisi Rp17.138/US$ pada pembukaan perdagangan Kamis (16/4/2026). 

Kabar adanya niat perpanjangan gencatan senjata antara AS dan Iran telah membawa mata uang Asia rebound, tetapi rupiah belum mampu terangkat signifikan. 

Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama masih melemah dan berada di level 98. Begitu juga dengan harga minyak mentah kembali sedikit melunak di US$94,5 per barel. Pelemahan ini praktis dimanfaatkan oleh mata uang Asia untuk rebound

Indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama turun ke 98,03 pada Kamis (16/4/2026). (Bloomberg)

Di kawasan, penguatan dipimpin oleh baht Thailand, dolar Taiwan, dan ringgit Malaysia, kemudian yen Jepang, peso Filipina hingga won Korea Selatan. 

Akan tetapi, sepertinya penguatan yang terjadi pada rupiah hari ini bersifat sementara dan belum menunjukkan perubahan tren yang signifikan. Depresiasi rupiah masih bisa berlanjut di rentang sempit Rp17.150/US$ hingga Rp17.270/US$.