Logo Bloomberg Technoz

ESDM Restui 90% RKAB Nikel-Batu Bara, Sisanya Masih Pengajuan

Azura Yumna Ramadani Purnama
16 April 2026 09:40

Ilustrasi tambang nikel di Morowali Sulawesi Tengah (Dimas Ardian/Bloomberg)
Ilustrasi tambang nikel di Morowali Sulawesi Tengah (Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengklaim telah merestui sekitar 90% Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 komoditas nikel dan batu bara hingga pertengahan April 2026.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno menyatakan masih belum menyetujui sejumlah RKAB nikel dan batu bara, sebab terdapat persyaratan yang belum lengkap ketika mengajukan persetujuan ke Ditjen Minerba.

Almost done, [RKAB yang disetujui] sudah hampir 90%,” kata Tri kepada awak media di Kompleks DPR RI, Rabu (15/4/2026).


“Dia kurang ini terus kemudian belum melengkapi, terus kita mau menyetujui? Enggak lah,” ungkap Tri.

Ihwal potensi revisi RKAB, Tri mengaku belum menyiapkan mekanisme tertentu bagi perusahaan minerba untuk dapat merevisi kuota produksinya.

Tambang batu bara di Kalimantan. (Dimas Ardian/Bloomberg)