Menurut Laode, saat ini tim Ditjen Migas masih berada di Rusia untuk menyiapkan teknis impor komoditas migas dari negara tersebut.
“Iya, kemarin kan yang diumumkan itu crude sama LPG ya baru dua itu, yang BBM-nya belum disampaikan, tetapi itu kan penting,” ujarnya.
Laode mengungkapkan Kementerian ESDM dengan otoritas Rusia masih belum memutuskan volume impor komoditas migas tersebut. Namun, dia memastikan kerja sama bakal dilakukan untuk jangka panjang.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengklaim Indonesia sudah mulai mendatangkan minyak mentah dari AS, sementara BBM hingga kini belum diimpor dari AS.
“Amerika sudah mulai berjalan, sudah mulai. BBM tidak, BBM kita tidak ambil dari sana, minyak mentah, crude-nya,” kata Bahlil kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (10/4/2026).
Adapun, dalam dokumen Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang dirilis Gedung Putih pada 19 Februari 2026, Indonesia diwajibkan mendukung dan memfasilitasi pembelian LPG senilai US$3,5 miliar atau setara Rp59,13 triliun.
Selain itu, Indonesia juga akan mengimpor minyak mentah dari Negeri Elang Bondol dengan nilai US$4,5 miliar atau setara Rp76,02 triliun.
Terakhir, Indonesia juga harus mengimpor BBM atau bensin olahan senilai US$7 miliar atau setara Rp118,26 triliun.
Dalam poin lainnya, Indonesia juga diharuskan mendukung serta memfasilitasi pihak badan usaha milik negara (BUMN) maupun swasta untuk meningkatkan pembelian produk energi AS.
Dalam hal ini, komoditas energi tersebut termasuk dalam pembelian minyak mentah, LPG, maupun produk minyak olahan lainnya seperti bensin.
“Indonesia akan memfasilitasi, dengan memberikan semua persetujuan pemerintah, keputusan, dan izin yang diperlukan kepada entitas milik negara dan sektor swasta, peningkatan pembelian energi AS,” tulis Gedung Putih.
“Pengembangan pendekatan pembelian untuk minyak mentah AS; dan pembelian lebih banyak produk minyak olahan AS dan LPG, termasuk melalui kontrak jangka panjang,” lanjutnya.
Kesepakatan impor komoditas migas tersebut merupakan salah satu bagian penting dalam kesepakatan tarif resiprokal RI-AS.
Sekadar catatan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor minyak mentah Indonesia yang masuk dalam HS 27090010 (crude petroleum oils) pada Januari hingga Februari 2026 mencapai 2,9 juta ton atau setara dengan kurang lebih 3,43 juta kiloliter (kl).
Daftar negara sumber impor minyak mentah Indonesia pada Januari–Februari 2026:
- Nigeria: 767.905 ton atau sekitar 894.609 kl
- Angola: 689.504 ton atau sekitar 803.772 kl
- Arab Saudi: 514.422 ton atau sekitar 599.301 kl
- Brasil: 272.782 ton atau sekitar 317.791 kl
- Gabon: 218.090 ton atau sekitar 254.075 kl
- Algeria: 132.700 ton atau sekitar 154.595 kl
- UEA: 126.671 ton atau sekitar 147.592 kl
- Guinea Khatulistiwa: 90.988 ton atau sekitar 106.001 kl
- Malaysia: 84.028 ton atau sekitar 97.891 kl
- Brunei Darussalam: 43.461 ton atau sekitar 50.631 kl
(azr/wdh)






























